News

Tak Mudah Balapan Dengan Standar Covid

Penyelenggaraan balap secara tertutup atau dengan tingkat pengawasan yang ketat di tengah pandemi covid, mendapat beragam tanggapan.

Setiawan Santoso, meski berkarir di ajang balap Asia, yakni GT World Asia Series, merasa hal tersebut tidak mudah dilaksanakan.

Menurutnya, dengan situasi balapan yang dikerumuni banyak pit crew, penularan virus bisa saja terjadi saat balapan digelar.

"Dengan melihat gampangnya virus ini bisa menular, biarpun dilakukan dengan tertutup akan tetap bisa terjadi resiko penularan," ujar Setiawan.

Setiawan Santoso yang mantan jagoan ETCC di sirkuit Sentul merasa, pola hidup yang mengharuskan selalu mencuci tangan untuk terhindar dari virus, akan sulit diterapkan dalam situasi saat balapan berlangsung.

"Karena pada prakteknya, manusia tidak akan luput dari lalai atau ketidak sengajaan untuk selalu cuci tangan, penggunaan masker, menjaga jarak (ini akan susah diterapkan), kebersihan dari lokasi tempat penyenggaraan balapnya," tambah Setiawan Santoso.

Sebenarnya rencana untuk tetap menggelar balap di tengah pandemi, sudah pernah tercetus. Namun akhirnya juga dibatalkan.

"Beberapa waktu lalu sudah sempat ada ide tentang ini tapi akhirnya malah secara tegas dibatalkan semua dan ditutup aktifitas di tracknya (dalam hal ini adalah sirkuit Sepang Malaysia)," beber Setiawan Santoso.

Satu atau dua kendala juga pasti terjadi ketika balapan digelar, semisal pit crew harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), tentu ini akan membuat kinerja pit crew menjadi tidak dinamis.

"Tidak mungkin juga team crew diminta pakai seragam APD, pasti tidak leluasa dan akan panas sekali. Di dalam pit, tidak semua pit besar luasannya, dengan banyaknya crew akan susah melakukan jaga jarak," tutup Setiawan.

Sumber

Publish on 25 May 2020

s