News

Tidak Bisa Balap Ini Sebuah Teguran & Ambil Hikmahnya

Sekurangnya, telah satu event balap terlewatkan di Sentul International Circuit (SIC), Bogor. Yakni seri 1 balap mobil ISSOM yang sedianya dihelat 28-29 Maret lalu.

Adanya wabah virus Covid-19, larangan IMI Pusat dan Pemerintah, membuat event balap tahun ini menjadi agak berantakan di SIC. Padahal beberapa penyelenggara sudah terlanjur teken kontrak.

Untungnya, menurut Lola Moenek, General Manager SIC, para klien yang sudah melakukan kontrak seperti Yamaha Indonesia, Honda Prospect Motor, ISSOM, PT IMI untuk balap Motor Sport Series hingga pabrikan serta komunitas untuk test drive, bisa memahami.

"Yang kami lakukan adalah dengan mereschedule event-event tersebut dengan pihak klien, dengan beberapa asumsi. Yang paling cepat, asumsi kondisi pulih setelah Lebaran dan balapan bisa mulai digelar," ungkap Lola Moenek kepada mobilinanews.

Namun Lola Moenek sendiri tidak berani memastikan kapan balapan benar-benar bisa dimulai di sirkuit Sentul, karena wabah virus Covid-19 ini juga tidak mudah diprediksi kapan akan berakhir.

"Tergantung juga, kalau masyarakatnya mau mengikuti anjuran pemerintah untuk stay at home, jaga kebersihan dan hidup sehat, bisa cepat. Tapi, kan tidak mudah juga dengan mereka yang bekerja secara harian, anak istrinya butuh makan," ungkapnya.

Menurut Lola Moenek, kesehatan dan keselamatan harus diutamakan. "Karena sampai sekarang, virus corona ini belum ada obatnya," ujarnya.

Toh, wanita 66 tahun yang tetap gesit ini menyebut adanya virus mungkin ini teguran dari Allah.

"Dan harus kita ambil hikmahnya. Dengan berdiam diri di rumah, yang selama ini jarang bertemu istri dan anak, sekarang jadi ketemu terus," beber Lola Moenek.

Meski begitu, Lola Moenek berharap wabah bisa segera berakhir, kehidupan bisa kembali normal dan tentu saja balapan bisa digelar di SIC dengan jadwal yang bakal padat merayap tahun ini.

Sumber

Publish on 11 Apr 2020

s